(Perjanjian Roma 30 September 1962)
(Oleh M. Huby)
Dengan
melihat dan mempelajari isi dalam Perjanjian Roma yang di tanda tangani oleh
Amerika Serikat, Belanda dan Indonesia tanpa melibat orang asli West Papua
sebagai memilik dan tuan diatas tanah West Papua,ibarat salah seorang pencuri
yang rakus dan haus harta kekayaan orang lain yang berlimpah sehingga, dengan
penuh percaya diri melakukan stretegi guna mencuri kekayaan yang di miliki oleh
orang tersebut tanpa mempedulikan nasib pemilik.
Setelah
Indonesia dan Belanda melakukan perjanjian New York yang di lakukan pada, 15
agustus 1962 di gedung PBB di New York, Amerika Serikat mengenai proses
peralian administrasi pemerintahan West Papua dan pengaturan mengenai proses
referendum 1969.
Pada
tanggal 30 september 1962 Amerika Serikat, Belanda dan Indonesia melakukan
sebuah perjanjian di Roma ibu kota Italia. Perjanjian ini datang karena saran Elsworth
Bunker seorang diplomat Amerika Serikat.
Perjanjian
Roma ini melanggar pasal 18 perjanjian New York yang mengatakan bahwa,
Indonesia akan melakukan pepera dengan bantuan dan partisipasi dari utusan PBB
dan stafnya untuk memberikan kepada rakyat yang ada di West Papua kesempatan
untuk menjalankan penentuan pendapat secara bebas.
Isi
Perjanjian Roma adalah sebagai berikut :
1. Referendum atau Pepera Untuk dilaksanakan pada tahun 1969 dalam Perjanjian New York 15 agustus 1962, untuk di hentikan atau dibatalkan.
1. Referendum atau Pepera Untuk dilaksanakan pada tahun 1969 dalam Perjanjian New York 15 agustus 1962, untuk di hentikan atau dibatalkan.
2. Indonesia memerintah West Papua
selama 25 tahun mulai efektif dari bulan Mei 1963 (Aneksasi 1 Mei 1963)
3. Metode yang dilakukan dalam
Referendum atau Pepera akan dilakukan menggunakan system musyawara sesuai
dengan praktek parlemen Indonesia.
4. Laporan akhir PBB mengenai pelaksanaan Pepera di sampaikan kepada majelis umum PBB di terima tanpa debat terbuka.
7. Amerika Serikat menjamin dana
bank dunia untuk Indonesia untuk merencanakan dan melaksanakan program
trasmigrasi dimana Indonesia dimukinkan di West Papua mulai tahun 1977.
Perjanjian ini ditandatangani di ibu kota Italia, Roma pada 30 september 1962 setelah Perjanjian New York 15 agustus 1962 di markas besar PBB. Yang di tanda tangani oleh Indonesia, Amerika Serikat dan Belanda.
Perjanjian ini ditandatangani di ibu kota Italia, Roma pada 30 september 1962 setelah Perjanjian New York 15 agustus 1962 di markas besar PBB. Yang di tanda tangani oleh Indonesia, Amerika Serikat dan Belanda.
Di
dorong oleh kepentingan politik Indonesia dan kepentingan ekonomi Amerika
Serikat berbagai upaya dilakukan guna mencapai kepentingan tersebut, selain
Perjanjian New York dan Perjanjian Roma diataranya seperti, Koferensi Meja
Bundar (KMB), konferensi Asia Afrika (KAA), presiden Indonesia Soekarno mengumandangkan
TRIKORA hingga berbagai operasi militer di lakukan di seluruh West Papua.
Atas
dasar kepentingan ekonomi dan politik kedua Negara ini mengakibatkan nasib masa
depan rakyat dan bangsa West Papua hingga detik ini di hancurkan melalui
berbagai macam taktik dan strategi penindasan atau penjajahan.
Model
penjajahan gaya baru yang digunakan oleh Indonesia adalah melalui beragam
program seperti, Otonomi Khusus (OTSUS), Unit Percepatan Pembangunan Provinsi
Papua dan Papua Barat (UP4B), pemekaran kabupaten/kota/provinsi, Keluarga
Berencana (KB), transmigrasi gelap, program 1 desa/kampung 1 milyar, perampasan
tanah adat, monopoli di aspek ekonomi yang di kuasai oleh orang Indonesia yang
berwatak kapitalis (bukan rasis tapi ini fakta) dan pembunuhan dengan berbagai
macam cara dalam berbagai aspek kehidupan di berbagai sector (Pendidikan,
Ekonomi, Sosial,Budaya,Politik dan HAM).
Dengan
demikian untuk mengakhiri semua penderitaan rakyat dan bangsa West Papua harus
merdeka secara utuh dari cengkraman colonial Indonesia melalui, hak penentuan
nasib sendiri sebagai solusi demokratis.
“Bahwa Indonesia tidak menginginkan
orang Papua, Indonesia hanya mengimginkan tanah dan sumber daya alam yang
terdapat di dalam pulau Papua. Kalau orang Papua ingin merdeka, silahkan cari
pulau lain di Pasifik untuk merdeka. Atau minta orang Amerika mediakan tempat
di bulan untuk orang-orang Papua menempati di sana. Ali Murtopo, 1966”
Daftar Pustaka :
http://oppb.webs.com/Buletin.pdf
Penulis adalah Mahasiswa Papua

Tidak ada komentar:
Posting Komentar